Postingan

PA Pendewasaan

”KESATUAN ROH DALAM IKATAN DAMAI SEJAHTERA” Bacaan :  Efesus 4 : 1-6 Dalam PPA-GKJ Minggu ke 9 pertanyaan 86,87  dinyatakan bahwa persekutuan bukan tugas panggilan Gereja ,  tetapi suatu kemestian yang tak terhindarkan. Sebagai kemestian berarti persekutuan   harus diwujudkan di dalam kehidupan Gereja  karena menjadi hakekat Gereja.  Tanpa persekutuan Gereja kehilangan hakekatnya. Dalam persidangan Sinode ke XXV ini  kita perlu berefleksi :   apakah kenyataannya Gereja- Gereja GKJ baik dalam aras Jemaat, Klasis  maupun Sinode sudah benar-benar  dapat  menampakkan persekutuan seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Dalam bacaan kita Rasul Paulus mengingatkan kepada Jemaat Efesus   agar mereka mampu menampakkan persekutuan yang menjadi hakekatnya sebagai tubuh Kristus. Jemaat dipanggil untuk hidup berpadanan dengan panggilannya.  Berpadanan artinya hidupnya harus sesuai dengan hakekatnya sebagai tub...

Bahan PA tgl 28 & 30 November 2017 GKJ Ambarawa

Bahan PA tgl 2 8 & 30 November  2017 GKJ Ambarawa Teladan Jalan Turun (Memuliakan Allah, Mengangkat Manusia) DAFTAR BACAAN Bacaan 1       : Yehezkiel 34:11-16, 20-24        Tangapan      : Mazmur 95:1-7a            Bacaan 2       : Efesus 1:15-23 Bacaan Injil   : Matius 25:31-46 TUJUAN PERAYAAN IMAN ·       Umat dapat memahami dan mengakui kebesaran dan kemaha-kuasaan Allah.  ·       Umat dapat memahami bahwa pengakuan akan kebesaran dan kemahakuasaan Allah harus diwujudkan dalam tindakan menerima dan peduli pada sesama yang tersisih dan terpinggirkan. DASAR PEMIKIRAN Di dalam kemahakuasaan-Nya, Allah justru menyatakan penerimaan dan kepedulian-Nya pada manusia. Meskipun perilaku manusia sering membangkitkan kemarahan Allah, n...

PEDOMAN PENGEMBANGAN DIRI PENATUA, PENDETA, DAN DIAKEN GKJ

Lampiran 2: Draft Pedoman Pengembangan Diri Penatua, Pendeta dan Diaken PEDOMAN PENGEMBANGAN DIRI PENATUA, PENDETA, DAN DIAKEN GKJ PENGANTAR Pedoman Pengembangan Diri Penatua, Pendeta, dan Diaken GKJ ini memuat ketentuan-ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana pengembangan diri penatua, pendeta, dan diaken itu harus dijalankan. Ketentuan dasar yang memberi arah ini merupakan wujud ucapan syukur penatua-pendeta-diaken sebagai orang yang telah menerima anugerah keselamatan dari Allah, sekaligus sebagai wujud ketaatan orang yang dipanggil dan difungsikan oleh Allah dalam karya penyelamatan yang sedang Allah kerjakan di dunia ini. Ketentuan-ketentuan dasar yang memberi arah pengembangan diri penatua-pendeta-diaken GKJ ini, bukan merupakan merupakan norma penilaian atas hidup dan karya penatua-pendeta-diaken GKJ dalam hidupnya di dunia ini. Ketentuan-ketentuan dasar yang memberi arah pengembangan diri ini merupakan wujud konkrit perkataan, tindakan, dan sikap seorang...