Postingan

Kotbah nikah sofyan

Kenapa kita berjanji suci? Kotbah di Bukit Yesus. Beberapa Minggu ini kita telah mendengar "janji-janji capres maupun cawapres" yang unik-unik. Makan gratis, BBM gratis, gaji guru 30 juta, dll. Yah semuanya itu bisa kita katakan sebagai janji-janji manis palsu. Janji yang diberikan hanya agar mereka dapat memperoleh kekuasaan. Janji yang mungkin akan dilupakan saat mereka sudah memang. Lantas bagaimana dengan "Janji Suci pernikahan?" “janji pernikahan,” bukanlah pernyataan cinta saat ini namun janji cinta masa depan yang saling mengikat. Mulai hari ini Aku akan bersamamu dalam suka dan duka, kaya, miskin, sakit dan sehat, untuk dicintai dan disayangi, sampai maut memisahkan kita. Menjadi milikmu mungkin membutuhkan biaya dan resiko lebih dari yang pernah kukira - lebih dari yang bisa kubayangkan sekarang - tapi aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu. Sumpah mengikat kerapuhan dan kesulitan pernikahan di masa depan ke dalam keindahan upacara ibad...

Menjadi lebih buruk dari sebelumnya

Menjadi lebih buruk dari sebelumnya " Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula" —2 Petrus 2:20 Ketika kita membagikan Injil Kerajaan Allah kepada teman dan keluarga kita, kita harus selalu ingat untuk berdoa, karena peperangan rohani sedang berkecamuk. Begitu Setan telah menguasai suatu kehidupan, dia tidak ingin melepaskannya. Jadi ketika dia melihat orang-orang mencoba mendekati Yesus Kristus, dia akan melakukan segala daya untuk menghentikan mereka. Dan dia selalu bersiap untuk menghambatnya. Alkitab memperingatkan, “ Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya"(1 Petrus 5:8). Dalam perumpamaan tentang penabur, Yesus menggambarkan benih Firman Tuhan yan...

Panggilan utama

panggilan utama gereja "Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan." —Matius 23:28 Selama pelayanan publik-Nya, Yesus tidak mempunyai masalah dalam menjangkau masyarakat terbawah. Namun yang menakjubkan, Dia mengalami kesulitan untuk menjangkau orang-orang yang beragama dan bermoral yang berada di bawah khayalan bahwa ritual-ritual lahiriah dan kehidupan yang baik membuat mereka dapat diterima oleh Tuhan. Orang Farisi adalah orang yang sangat moralis, sangat berhati-hati dalam menjaga apa yang mereka anggap sebagai poin terkecil sekalipun dari hukum. Namun hasilnya adalah perasaan puas diri. Mereka percaya bahwa karena apa yang mereka lakukan, mereka mendapat perkenanan Tuhan. Mereka begitu buta secara rohani sehingga ketika Tuhan dalam wujud manusia berjalan di antara mereka, mereka tidak menerima pesan-Nya dan bahkan membunuh-Nya. Yesus merangkumnya dengan baik ket...

Lebih dari sebuah tanda

lebih dari sekedar keajaiban " Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!" —Matius 12:42 Pernahkah Anda berpikir bahwa jika Anda bisa melakukan mukjizat, maka teman-teman Anda yang non-Kristen akan percaya? Jika itu yang diperlukan, maka Tuhan akan melakukannya. Para pemimpin agama meminta tanda mukjizat kepada Yesus, namun Dia berkata kepada mereka, “ Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Matius 12:39–40). Pada saat yang sama Yesus menolak untuk membuat sebuah tanda, meski Dia menj...

Perubahan yang langgeng

perubahan yang langgeng "Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini." —Matius 12:45 Jangan tanggung-tanggung. Totalitas. Ada orang yang mencoba melakukan perubahan dalam hidupnya, mencoba melakukan pembersihan rumah secara spiritual atau moral. Namun hal itu bukanlah mudah. Dalam beberapa kasus upaya mereka membersihkan kehidupan mereka, kadang malah berakhir dalam keadaan yang lebih buruk daripada saat mereka memulainya. Itulah maksud Tuhan Yesus. Yesus berbicara tentang bagaimana kita dapat membuat perubahan yang bertahan lama dalam hidup kita saat kita melakukan pembersihan rumah secara bertahap dan menyeluruh. Ia sedang berbicara kepada orang-orang Farisi, yang merupakan orang-orang yang religius, bermoral, dan jujur ​​pada saat itu. Namun Yesus telah memperin...

Air anggur

Bidston Nikah Sofyan Yuni 19 Sept 2023 Teks:Yohanes 2:1-11 Yesus Mengubah Air menjadi Anggur. Yang akan kita sorot: Apa tujuan Yohanes menulis Injilnya? Yohanes 20:31, mengatakan: Agar seseorang dapat percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, dan dengan percaya, seseorang dapat memperoleh hidup yang kekal. Kita lihat Situasi dunia pada zaman Yesus: Masalah Yahudi: Orang-orang Yahudi pada zaman Yesus mencari kejayaan kerajaan demi kepentingan bangsa israel sendiri, dan mereka berpikir bahwa Allah akan memulihkan agama mereka dan mendirikan kerajaan duniawi. Orang-orang Yahudi menantikan Mesias sebagai pemimpin militer yang akan membangun pemerintahan yang penuh kedamaian dan kekuasaan. Pada Pesta Pernikahan di Kana, kita melihat bahwa Yesus adalah Mesias dan Dia telah datang ke dalam kuasa-Nya. Perlu dicatat bahwa Kana berada di Galilea dan merupakan tempat tinggal bagi orang-orang bukan Yahudi; jadi sangat penting bahwa mukjizat pertama terjadi di tempat yang dipenu...

Wartakan

kita perlu memberi tahu mereka "Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman" —Ibrani 3:15 Ayat bacaan ini seperti kisah seorang pengacara yang mencoba menyampaikan dokumen penting kepada seorang kliennya. Pengacara itu seolah sedang membawa surat panggilan pengadilan, dan klien harus memperhatikan surat panggilan itu. Namun sayang seribu sayang sang klien tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh sang pengacara. Empat belas tahun berlalu pria itu mendapati dirinya terbaring di rumah sakit, sekarat karena kanker. Melalui rangkaian kejadian yang aneh, pengacara tersebut juga jatuh sakit, dan kedua pria tersebut akhirnya bertemu dan berbagi kamar rumah sakit yang sama. Orang yang sekarat itu menoleh ke arah pengacara dan berkata, “Yah, Anda tidak pernah menemukan saya! Aku melarikan diri darimu selama ini, dan sekarang itu tidak menjadi masalah. Anda dapat melanjutka...