Postingan

Saingan Allah

Saingan Allah " Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala." —1 Yohanes 5:21 Kita cenderung membayangkan penyembahan berhala seperti bersujud di depan patung pahatan. Dan jelas itu merupakan penyembahan berhala. Namun penyembahan berhala bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Dan tidak diragukan lagi ini adalah masalah yang bahkan akan dihadapi oleh orang-orang percaya yang hidup di abad kedua puluh satu. Alkitab memberitahu kita bahwa selama Masa Kesengsaraan, penyembahan berhala akan merajalela. Wahyu 9:20 mengatakan, “Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan" Berhala atau Idol bisa berarti banyak hal. Namun pada hakikatnya berhala adalah seseorang atau apapun yang menggantikan tempat Tuhan dalam hidup kita. Banyak hal ...

1 okto 2023

1 Oktober 2023 “KELUARGA YANG MENELADAN KRISTUS” Filipi 2 : 1 – 13 Keluaran 17:1-7 Mazmur 78:1-4, 12-16 Filipi 2:1-13 Matius 21:23-32 Tradisi alkitabiah menyatakan bahwa Tuhan itu Setia, menyediakan jalan di mana kita tidak menemukan ada jalan. Ingat bangsa Israel yang menyerang laut? Tradisi ini memberi kita energi untuk dapat bertumbuh dalam kebebasan dan kreativitas di setiap tahap kehidupan. Jadi Tuhan adalah sumber kekuatan yang menggerakkan kita dari mental perbudakan menuju kebebasan dan ketakutan. Memang sulit belajar bersabar ketika kita belum segera mendapatkan apa yang kita inginkan! Betapa sulitnya menunggu penggenapan janji Tuhan! Banyak di antara kita yang seperti anak-anak dalam perjalanan, terus-menerus bertanya, “Apakah kita sudah sampai?” Dalam bacaan Keluaran, bangsa Israel takut kalau-kalau Tuhan telah meninggalkan mereka. Meskipun ada mujijat dari Tuhan, bangsa israel siap untuk kembali ke situasi perbudakan di Mesir. Mereka berteriak menentang Musa, m...

Kotbah nikah sofyan

Kenapa kita berjanji suci? Kotbah di Bukit Yesus. Beberapa Minggu ini kita telah mendengar "janji-janji capres maupun cawapres" yang unik-unik. Makan gratis, BBM gratis, gaji guru 30 juta, dll. Yah semuanya itu bisa kita katakan sebagai janji-janji manis palsu. Janji yang diberikan hanya agar mereka dapat memperoleh kekuasaan. Janji yang mungkin akan dilupakan saat mereka sudah memang. Lantas bagaimana dengan "Janji Suci pernikahan?" “janji pernikahan,” bukanlah pernyataan cinta saat ini namun janji cinta masa depan yang saling mengikat. Mulai hari ini Aku akan bersamamu dalam suka dan duka, kaya, miskin, sakit dan sehat, untuk dicintai dan disayangi, sampai maut memisahkan kita. Menjadi milikmu mungkin membutuhkan biaya dan resiko lebih dari yang pernah kukira - lebih dari yang bisa kubayangkan sekarang - tapi aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu. Sumpah mengikat kerapuhan dan kesulitan pernikahan di masa depan ke dalam keindahan upacara ibad...

Menjadi lebih buruk dari sebelumnya

Menjadi lebih buruk dari sebelumnya " Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula" —2 Petrus 2:20 Ketika kita membagikan Injil Kerajaan Allah kepada teman dan keluarga kita, kita harus selalu ingat untuk berdoa, karena peperangan rohani sedang berkecamuk. Begitu Setan telah menguasai suatu kehidupan, dia tidak ingin melepaskannya. Jadi ketika dia melihat orang-orang mencoba mendekati Yesus Kristus, dia akan melakukan segala daya untuk menghentikan mereka. Dan dia selalu bersiap untuk menghambatnya. Alkitab memperingatkan, “ Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya"(1 Petrus 5:8). Dalam perumpamaan tentang penabur, Yesus menggambarkan benih Firman Tuhan yan...

Panggilan utama

panggilan utama gereja "Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan." —Matius 23:28 Selama pelayanan publik-Nya, Yesus tidak mempunyai masalah dalam menjangkau masyarakat terbawah. Namun yang menakjubkan, Dia mengalami kesulitan untuk menjangkau orang-orang yang beragama dan bermoral yang berada di bawah khayalan bahwa ritual-ritual lahiriah dan kehidupan yang baik membuat mereka dapat diterima oleh Tuhan. Orang Farisi adalah orang yang sangat moralis, sangat berhati-hati dalam menjaga apa yang mereka anggap sebagai poin terkecil sekalipun dari hukum. Namun hasilnya adalah perasaan puas diri. Mereka percaya bahwa karena apa yang mereka lakukan, mereka mendapat perkenanan Tuhan. Mereka begitu buta secara rohani sehingga ketika Tuhan dalam wujud manusia berjalan di antara mereka, mereka tidak menerima pesan-Nya dan bahkan membunuh-Nya. Yesus merangkumnya dengan baik ket...

Lebih dari sebuah tanda

lebih dari sekedar keajaiban " Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!" —Matius 12:42 Pernahkah Anda berpikir bahwa jika Anda bisa melakukan mukjizat, maka teman-teman Anda yang non-Kristen akan percaya? Jika itu yang diperlukan, maka Tuhan akan melakukannya. Para pemimpin agama meminta tanda mukjizat kepada Yesus, namun Dia berkata kepada mereka, “ Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Matius 12:39–40). Pada saat yang sama Yesus menolak untuk membuat sebuah tanda, meski Dia menj...

Perubahan yang langgeng

perubahan yang langgeng "Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini." —Matius 12:45 Jangan tanggung-tanggung. Totalitas. Ada orang yang mencoba melakukan perubahan dalam hidupnya, mencoba melakukan pembersihan rumah secara spiritual atau moral. Namun hal itu bukanlah mudah. Dalam beberapa kasus upaya mereka membersihkan kehidupan mereka, kadang malah berakhir dalam keadaan yang lebih buruk daripada saat mereka memulainya. Itulah maksud Tuhan Yesus. Yesus berbicara tentang bagaimana kita dapat membuat perubahan yang bertahan lama dalam hidup kita saat kita melakukan pembersihan rumah secara bertahap dan menyeluruh. Ia sedang berbicara kepada orang-orang Farisi, yang merupakan orang-orang yang religius, bermoral, dan jujur ​​pada saat itu. Namun Yesus telah memperin...