Postingan

Siapa Bapamu

Bacaan: Mazmur 107:1-9 I Tesalonika 2:9-13 Matius 23:1-12 KJ 15:1 10:1-3 36:1-4 246:1-2 445:1- 384:1-4 460:1 Pengantar: Sebutan Ayah/Bapa. Sebutan Bapa tentu sangat familiar ditelinga kita yang hidup di dalam dunia Patriakhal. Dalam dunia patriakhal seorang pria dewasa (lebih-lebih yang sudah lanjut usia dan berpengaruh) sangat berperan dan menentukan bagi anggota keluarga dan orang-orang di lingkungannya. Peran seorang Bapa berada dalam posisi yang sangat tinggi/superior. Sehingga berakibat peran yang lain dilumpuhkan dan didominasi. Dalam budaya patriakhal, wanita sering dianggap sebagai pihak yang sangat lemah dan tidak berdaya. Padahal kini dalam budaya modern hal itu ternyata tidaklah benar 100 persen. Di jaman modern ternyata wanita dapat memiliki peran yang tidak kalah disbanding dengan peran laki-laki. Hal ini terkadi karena mungkin pada jaman dahulu khususnya di jaman purba, peran para pria sangat menentukan karena dulu segala pekerjaan masih mengandalkan kekuatan otot. Kita i...

Kebaktian tgl 9 Nopember 2008.

Kebaktian tgl 9 Nopember 2008. Perjamuan Kudus, Baptis dan Peneguhan Nikah. Bacaan: PHB:Matius 25:1-13 BA:Mazmur 78:1-7 Persembahan :I Tes 4:13-18 Ngenget2 Pakaryan Kawilujengan lan nampeni Kakiyatan Enggal. Yusak 24:1-3;14-25 Pengantar 40 tahun lelampahan ing pasamunan/padang pasir sampun lumampah. Israel sampun nampeni siti prasetyan. Yehuwah Allah sampun nindakaken kathah kaelokan matemah sedayanipun saged kalampahan. Saben taler ugi sampun nampeni bagianipun piyambak-piyambak. Allah ugi tansah nganthi lan ngemuli gesangipun bangsa Israel (Yusak 23:1). Yusak ugi sampun wiwit sepuh. Yusak sampun kasil nderekaken Israel. Yusak dados pemimpin ingkang utami. Limrahipun ingkang kedadosan dateng tiyang sepuh ingkang sampun sukses, yusak temtunipun kemutan saha enget ing bab punapa ingkang sampun nate kelampahan. Kadospundhi anggenipun miwiti dados pemimpin minangka sesulih saking nabi Musa, lajeng mimpin ing salebeting perang kaliyan bangsa-bangsa sanes lan pungkasanipun saged nguwaosi tl...

MPHB 2008

MPHB 2008 POSYANDU dan BINA KELUARGA 22 Oktober 2008. Gereja Kristen Jawa Ambarawa. POSYANDU dilayani oleh Tim Kesehatan KWD Pukul 16.00 Wib Peserta datang Langsung dilayani pemeriksaan (BB, tensi, gula, HB, kolesterol dll) Menempati tempat duduk untuk kegiatan Bina Keluarga. BINA KELUARGA dilayani oleh Pdt.Setyo Pukul 17.00 Wib 1.Kegiatan dimulai dengan doa oleh ,……… 2.Kata Pengantar Kegiatan. Relasi suami-isteri (ortu-anak) adalah relasi yang paling mendasar dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, bahkan bergereja. Dikatakan paling mendasar karna dari bagaimana suasana relasi pasangan suami-isteri itu, pengaruhnya akan dirasakan oleh anak-anak/keluarganya, dan tampak dari tingkah laku mereka. Suasana keluarga itupun akan terlihat dan dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya maupun dalam hidup bergereja. Namun sayangnya relasi suami-isteri tidak selamanya seindah masa bulan madu. Dengan hadirnya anak-anak, dengan besarnya tanggungjawab dalam mencari nafkah, maupun dengan beberapa tang...

GEREJA BERPERAN SERTA MEWUJUDKAN

GEREJA BERPERAN SERTA MEWUJUDKAN PEMULIHAN KEUTUHAN CIPTAAN DALAM RAHMAT ALLAH 1. MENGEMBANGKAN KESADARAN PEMULIHAN KERUSAKAN ALAM Pembahasan mengenai kerusakan alam dan lingkungan sebenarnya bukanlah hal baru, akan tetapi upaya mengembangkan kesadaran untuk memulihkan alam dan lingkungan tetap terus diperjuangkan. Dalam MPAN 2008 diingatkan bahwa tidak terlalu berlebihan rasanya, kalau zaman di mana kita hidup dewasa ini kita sebut sebagai zaman carut marut, zaman yang diliputi oleh berbagai masalah yang menyangkut kelangsungan hidup umat manusia di planet bumi ini. Rusaknya kehidupan dunia yang meliputi dunia manusia (peradaban, martabat, relasi manusia) dan dunia benda (lingkungan hidup: alam, binatang, tumbuh-tumbuhan, krisis pangan, krisis energi, pemanasan global) merupakan ancaman serius yang akhirnya akan memunahkan kehidupan manusia di dunia ini. Dalam MPDK 2009 ini perhatian kita kembali diajak untuk melanjutkan penghayatan kesadaran berperan serta mewujudkan penanggulangan ...

PENGABDIAN

Bahan Pemahaman Alkitab Gereja Kristen Jawa Ambarawa Tanggal 10 Pebruari 2009. PENGABDIAN Bacaan: Yes. 40:21-31; Mzm. 147:1-11; I Kor. 9:16-23; Mark. 1:29-39 Pengantar Motivasi pengabdian karena pengalaman bersyukur atas kasih-karunia Allah tentu sangat berbeda dengan seseorang yang melakukan suatu pelayanan sekedar sebagai kewajiban belaka. Sebab tugas pelayanan yang dilakukan karena sekedar suatu kewajiban akan dihayati sebagai suatu beban. Tugas tersebut tidak akan dilakukan dengan sepenuh hati. Karena itu mereka yang menghayati tugas pelayanan sebagai suatu beban tidak akan pernah mampu bersukacita, mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dan tantangan, serta tidak akan memiliki ide-ide yang kreatif untuk mengembangkan tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya. Walau dari sudut ukuran kita sama sekali tidak berarti, tetapi sangat ajaib Allah berkenan memandang kita begitu berarti bagiNya. Firman Tuhan: “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ...

Menceritakan pekerjaan Allah melalui tindakan nyata.

Bahan Pemahaman Alkitab Komisi Warga Dewasa Gereja Kristen Jawa Ambarawa. Menceritakan pekerjaan Allah melalui tindakan nyata. Bacaan: Lukas 6:27-38 Biasanya setiap orang Kristen akan merasa senang bila dirinya disebut sebagai Hamba Kristus atau disebut sebagai Pengikut Kristus yang setia. Namun apakah orang yang demikian bersedia untuk menangung konsekuensi/akibat dari sebutan-sebutan tersebut? Kelihatannya akan ada banyak orang yang hanya senang menerima sebutan-sebutan tersebut tanpa harus memperhatikan dan mau menerima konsekuensinya. Cerita dalam Injil Lukas 6:27-38 menggambarkan tentang konsekuensi oleh orang yang mau disebut sebagai Pengikut Kristus yang setia. Orang tersebut harus menunjukkan cinta kasih secara nyata dalam hidup sehari-hari. Kasih tidak hanya dirasakan secara pribadi, apalagi hanya sebagai suatu pembicaraan dalam PA-PA. Kita disadarkan bahwa ketika kasih harus diwujudkan dalam kehidupan nyata sehari-hari ternyata tidaklah mudah. Dimana kesulitannya? Mari kita p...

PERLINDUNGAN BAGI YANG TERTINDAS

Bahan Pemahaman Alkitab GKJ Ambarawa, 28/30 Juli 2009 PERLINDUNGAN BAGI YANG TERTINDAS II Sam. 11:1-15; Mzm. 14; Ef. 3:14-21; Yoh. 6:1-21 Benang merah: Mzm. 14:1-7 Mzm. 14:1 mengungkapkan sikap hati orang-orang atheistis, yaitu: "Tidak ada Allah. Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik”. Manakala kita mencermati makna Mzm. 14:1 tersebut, maka pengertian “atheisme” sebenarnya bukan hanya terbatas kepada sikap ketidakpercayaan akan Allah, tetapi juga menyatakan bagaimana bentuk dari “atheisme aksi”. Yang mana sikap atheisme-aksi justru sangat berbahaya dan merusak nilai-nilai kehidupan sebagaimana diungkapkan oleh Mzm. 14:1, yaitu: “Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik”. Bahkan Mzm. 14:3 lebih tegas lagi, yaitu: “Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak”. Bentuk atheisme-aksi secara sengaja mempratekkan setiap hal yang tidak dikehendaki oleh Allah. Padahal melanggar setiap firm...