Postingan

Mengurangi konflik

Mengurangi konflik Konflik dapat merusak semua orang. Dan terkadang menghancurkan misi seluruh organisasi. Para pemimpin komunitas seharusnya menangani konflik dengan baik, namun secara umum tidak banyak yang melakukannya. Dan karena itu, kita hidup dengan konflik yang sebenarnya tidak perlu setiap harinya. Meskipun menghilangkan konflik tidak mungkin dilakukan di belahan bumi ini, namun pemimpin harus tahu bahwa ada banyak strategi untuk mengurangi dan menangani konflik dengan cara yang jauh lebih sehat. Biasanya, pemimpin membuat satu dari dua kesalahan berikut: 1.Atas nama kebenaran, kita mengkompromikan kasih karunia. 2.Atas nama kasih karunia, kita mengkompromikan kebenaran. Dalam kedua kesalahan itu pemimpin harus berani memegang kebenaran dan kasih karunia. Memegang hukum (kebenaran) namun juga bisa memegang kasih karunia (pengampunan). Yang lebih berbahaya lagi, pemimpin tidak memegang salah satunya, entah kebenaran maupun kasih karunia. Sebab satu hal yang selal...

Medan berbahaya

Medan berbahaya " Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?" —Ibrani 10:29 Ada orang yang berusaha keras untuk mengejek Tuhan dan memfitnah nama suci-Nya. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menentang-Nya. Dan mereka berjalan di tempat atau medan yang berbahaya. Dalam kitab Daniel di Perjanjian Lama, kita membaca bahwa Raja Belsyazar mengeluarkan semua bejana suci yang digunakan orang Yahudi dalam beribadah kepada Tuhan. Kemudian dia mengisinya dengan anggur dan bersulang untuk para dewa perak dan emas. Dia terang-terangan mengejek Tuhan dan berusaha keras untuk mengejek-Nya. Dan itu adalah malam terakhirnya di bumi. Dia ditimbang dalam timbangan Tuhan, dan penghakiman Tuhan menimpanya. Alkitab mengatakan bahwa salah satu dosa yang dapat kita lakukan terhadap Roh Kudus adalah menghina Dia. Ibrani 10:29 mem...

Tujuan abadi

tujuan abadi "Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." —Matius 16:22 Yesus tahu persis apa yang ada di masa depan-Nya. Bagi-Nya, hal ini bukanlah hal yang mengejutkan. Dia tahu siapa yang akan mengkhianati-Nya, Dia tahu Dia akan bangkit dari kematian, dan Dia tahu persis kapan hal-hal itu akan terjadi. Dan di Kaisarea Filipi, Dia mulai menceritakan kepada murid-murid-Nya apa yang sedang Dia hadapi. Injil Matius mengatakan, “ Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." (Matius 16:21). Petrus tidak percaya Yesus mengatakan hal ini. Dalam benak Petrus, hal ini tidak mungkin terjadi. Sungguh terpuji bahwa Petrus benar-benar peduli terhadap Tuhan. Na...

Menghujat Roh

tidak ada jalan untuk kembali " Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni." —Matius 12:31 Sebagai orang Kristen, kita mengenal dan mengabdi pada Tuhan yang Maha Pengampun. Perjanjian Lama penuh dengan ajaran tentang pengampunan-Nya. Daud menyatakan dalam Mazmur 86, “ Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.” (ayat 5). Dalam mazmur lainnya, Daud mengingatkan kita, “ Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu" (Mazmur 103:3). Daniel 9:9 memberitahu kita, “Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia", Dan Tuhan menggambarkan diri-Nya seperti ini kepada Musa: “ Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya...

Keraguan atau ketidakpercayaan

ragu? atau ketidakpercayaan? " Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat." —Matius 12:22 Bukannya memuji dan bersyukur atas mukjizat Tuhan Yesus yang luar biasa, orang-orang Farisi malah menghubungkan kuasa ajaib itu dengan iblis. Yesus baru saja menyembuhkan orang yang kerasukan setan, yang buta dan tidak dapat berbicara. Sementara orang banyak terheran-heran, para pemimpin agama ini berkata, "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan." (Matius 12:24). Bagaimana mungkin orang-orang yang telah mempelajari Kitab Suci dan yang telah mengabdikan diri mereka pada hal-hal rohani serta dianggap sebagai orang yang saleh, dapat mengambil sesuatu kesimpulan yang begitu jahat? Mengatakan bahwa yang dilakukan oleh tangan Tuhan dan mengaitkannya dengan setan? Ketidakpercayaan mereka tidak didasarkan pada keraguan yang jujur. Se...

Uang

Bahan PA Ibu GKJ Ambarawa 6 Kebiasaan sederhana soal uang yang dapat mengubah hidup. Kita semua sudah sering mendengarnya: Yang penting bukanlah berapa banyak penghasilan Anda, melainkan bagaimana Anda membelanjakan penghasilan Anda. Atau mungkin kita juga sering mendengar rumus kesuksesan finansial ini : Belanjakan lebih sedikit dari yang Anda hasilkan dan lakukan dalam jangka waktu yang lama. Jadi mengapa prinsip sederhana seperti itu begitu sulit untuk dijalankan? Mengapa hal itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan? Rasul Paulus sangat memahami pergumulan yang kita hadapi saat ini ketika kita berupaya mengelola sumber daya yang dipercayakan Tuhan kepada kita dengan bijaksana. Dengarkanlah kata-kata Paulus dari kitab Roma: “ Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat."( Roma 7:15 ). Apakah Anda merasakan hal yang sama ketika mengambil keputusan keuangan? Apakah ...

Beban termanis

beban termanis " Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." —Lukas 9:23 Kita sepertinya sudah kehilangan makna salib di jaman modern ini. Salib telah menjadi sekedar simbol keagamaan, sebuah ikon yang diselimuti religiusitas. Namun pada abad pertama, ketika seseorang memikul salib di jalan, artinya hanya satu hal: orang tersebut akan mati. Jadi, ketika orang-orang mendengar Yesus berkata, “Jika ada di antara kamu yang ingin menjadi pengikutku, kamu harus meninggalkan jalanmu sendiri, memikul salibmu setiap hari, dan mengikut Aku,” mereka akan dengan mudah memahami apa yang Dia maksudkan. Kadang-kadang kita memikirkan salib yang harus dipikul sebagai sebuah hubungan yang sulit, masalah kesehatan, pekerjaan yang penuh tantangan, atau keadaan sulit lainnya. Itu soal kesulitan dalam hidup. Namun itu bukanlah salib yang harus kita pikul. Salib yang harus kit...